Tidur menjadi salah satu terapi alami tubuh untuk memulihkan saraf-saraf dan otot tubuh. Namun bagi penderita Glaukoma, ternyata tidur memiliki pengaruh tertentu berdasarkan kualitasnya. Lantas bagaimana hubungan Glaukoma dan gangguan tidur?
Sebagian besar orang mungkin tidak menyadari bahwa ternyata gangguan tidur yang buruk bisa memicu tingkat keparahan Glaukoma. Glaukoma sendiri berbeda dengan Katarak karena Glaukoma dipicu oleh tekanan bola mata yang sangat tinggi.
Sedangkan Katarak dipicu oleh kerusakan lensa yang menghalangi pandangan mata, meskipun keduanya sama-sama punya resiko kebutaan.
Baca juga:ย
Operasi Katarak Gratis
Mata Minus
Daftar Isi
Fakta Medis: Kaitan Glaukoma dan Gangguan Tidur
Keterkaitan antara Glaukoma dan gangguan tidur ternyata bukan bualan semata, namun benar-benar ada fakta terhadap study kasusnya.
Penjelasan lebih detailnya terkait fakta ini bisa disimak pada poin-poin berikut:
- Sleep Apnea dan Tekanan Intraokular
Sleep Apnea atau yang biasa dikenal dengan istilah OSA (Obstructive Sleep Apnea) bisa menimbulkan masalah kesehatan yang cukup serius, salah satunya dapat menyebabkan kebutaan akibat Glaukoma.
Bahkan orang dengan gangguan tidur ini bisa beresiko 10 kali terkena Glaukoma. Dalam hal pengecekan tekanan Intraokular, para peneliti menggunakan alat lensa kontak inovatif. Lensa kontak dengan sensor ini digunakan tanpa mengganggu tidur maupun rutinitas malam pasien. Penelitian ini terus dilakukan untuk mengetahui keterkaitan Sleep Apnea dengan Glaukoma.
- Posisi Tidur Yang Berpengaruh
Tekanan Intraokular akan lebih tinggi saat seseorang dalam kondisi terlentang dibandingkan saat dalam posisi duduk. Namun kondisi tersebut secara signifikan terjadi pada penderita Glaukoma.
Dalam hal ini para peneliti memiliki dugaan bahwa pengaruh posisi tidur ini karena aliran darah pada Vena Episklera dan Koroid yang mengalami perubahan.
Perlu diketahui bahwa belum ada konfirmasi pasti bahwa posisi tidur ini menjadi satu-satunya penyebab Glaukoma semakin parah. Namun tetap ada keterkaitan antara posisi tidur dan hilangnya lapang pandang asimetris pada penderita Glaukoma.
- Kurang Tidur VS Glaukoma
Hasil survei Pemeriksaan Kesehatan Gizi Nasional pada tahun 2005 hingga 2008 menyatakan bahwa ada hipotesis keterkaitan antara kurangnya waktu tidur dan sel ganglion yang menghilang. Selain itu, pada keterkaitan ini, Glaukoma juga bisa diperparah karena adanya gangguan tidur, durasi tidur yang tidak normal hingga rasa kantuk di siang hari.
Glaukoma lebih beresiko terjadi pada orang yang punya durasi tidur 10 jam atau lebih pada malam hari, dibandingkan dengan orang yang hanya tidur 7 jam setiap malamnya.
Baca juga:ย
Cegah Kebutaan, Ini Perbedaan Katarak dan Glaukoma
Tidak hanya itu, penderita Glaukoma lebih umum cepat tertidur hanya dalam kurun waktu 9 menit atau kurang dan juga tertidur dalam kurun waktu lebih lama dari 30 menit.
Sehingga terlalu banyak atau terlalu sedikitnya durasi tidur seseorang bisa sangat mempengaruhi tekanan mata. Durasi tertidur yang terlalu sedikit dan terlalu lama juga bisa menj dampak penderita Glaukoma. Hal ini juga menunjukkan adanya hubungan Glaukoma dan gangguan tidur.
Baca juga:ย
Terapi Mata Minus Anak
Gejala Glaukoma yang Sering Muncul Saat Tidur
Glaukoma dan gangguan tidur ini juga sering diiringi dengan gejala-gejala tertentu. Sudah pasti hal ini berbeda jauh dengan penderita gangguan Refraksi seperti mata minus, plus atau silinder. Berikut adalah beberapa gejala yang umumnya muncul saat tidur pada penderita Glaukoma:
- Pada malam hari kemungkinan pasien Glaukoma akan mengalami pandangan kabur. Saat pagi harinya pun penglihatan pasien akan tampak seperti berkabut.
- Saat melihat ke arah lampu, pasien bisa melihat cincin warna-warni mengelilingi cahaya lampu.
- Pada banyak kasus, pasien juga bisa mengalami rasa nyeri yang hebat pada mata dan kepala.
- Karena tekanan yang terlalu tinggi, pasien bisa menunjukkan gejala mata merah disertai rasa sakit.
- Penderita bisa mengalami Tunel Vision atau penglihatannya menyempit.
Baca juga:ย
Mata Panda
Katarak Lensa Premium
Tips Tidur Sehat Untuk Penderita Glaukoma
Berdasarkan fakta-fakta yang ada terkait Glaukoma dan gangguan tidur, maka bagi para penderita sebaiknya mengaplikasikan beberapa tips tidur secara sehat seperti berikut:
- Atur Posisi Tidur
Penderita Glaukoma sebaiknya mengatur posisi kepala lebih tinggi saat tidur terlentang. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir tekanan bola mata yang tinggi. Selain itu sangat disarankan untuk tidak tidur miring maupun tengkurap.
- Rutin Cek Tekanan Mata
Selain mengatur posisi tidur, penderita Glaukoma juga perlu mengatur jadwal untuk periksa secara rutin ke dokter mata terkait perkembangan tekanan matanya. Sebisa mungkin tekanan mata tidak bertambah tinggi agar tidak memunculkan resiko kompleks lainnya.
- Terapi Sleep Apnea

Bagi penderita Sleep Apnea, salah satu cara agar terbebas dari Sleep Apnea dalam dengan melakukan terapi secara khusus. Dalam hal ini, pasien bisa langsung konsultasi dokter mata untuk mendapatkan terapi yang tepat guna menghindari tekanan mata yang tinggi.
- Kebiasaan Sebelum Tidur
Atur juga kebiasaan sebelum tidur untuk mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik. Sangat disarankan untuk tidak mengkonsumsi kafein hingga alkohol. Selain agar tidak kesulitan tidur, juga untuk menghindari meningginya tekanan mata.
Baca juga:ย
Pemeriksaan Gonioskopi: Kunci Menilai Risiko Glaukoma
Kapan Harus ke Dokter
Memiliki Glaukoma dan gangguan tidur memang bukanlah hal yang bisa dianggap enteng. Jika dengan mengaplikasikan tips tidur yang aman untuk Glaukoma di atas masih dirasa tidak mampu mengatasi gangguan tidur, maka segeralah pergi ke dokter untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat.
Pasalnya Glaukoma berbeda dengan Katarak yang bisa secara total diatasi dengan operasi Katarak. Pada Glaukoma belum ditemukan metode pengobatan secara total, sehingga masih sangat rawan pasien mengalami kebutaan. Untuk itu tekanan mata harus diatur dengan cara sedemikian rupa.
Tonton kesemuanya video edukasi mata lainnya dari KMU:











