Waspada Mata Bayi Kuning, Mari Kenali Tanda Bahayanya

Ditinjau oleh

Terakhir diperbaharui pada

31 October 2026

Bagikan

Waspada Mata Bayi Kuning, Mari Kenali Tanda Bahayanya

Teruntuk para orang tua yang akan segera mempunyai buah hati, jangan panik apabila mendapati mata bayi kuning saat baru lahir. Menurut medis perubahan warna bagian putih (sklera) dan jaringan kulit menjadi kekuningan pada bayi baru lahir karena tingginya kadar pigmen bilirubin di dalam aliran darah. 

Mata bayi kuning saat baru lahir terjadi karena organ hati (liver) bayi yang baru lahir belum matang sepenuhnya untuk memproses dan membuang kelebihan bilirubin hasil pemecahan sel darah merah secara cepat. Sebagian besar kasus kuning pada mata bayi memang bersifat sementara, namun para orang tua tidak boleh lengah apabila kondisi tidak segera membaik. 

Oleh karena itu penting memahami kondisi mata bayi kuning pada batas wajar dan orang tua harus peka apabila kondisi mata bayi kuning masuk dalam tanda bahaya. 

Apakah Mata Bayi Kuning Saat Lahir Normal?

Menurut literatur medis menyebutkan bahwa lebih dari 50 persen bayi yang lahir normal dan sekitar 80 persen bayi yang lahir prematur mengalami perubahan warna kekuningan pada sklera mata di minggu pertama pasca persalinan. Untuk membedakan kondisi mata bayi kuning menjadi berbahaya dan tidak, literatur medis membaginya ke dalam dua kategori utama berdasarkan waktu kemunculan dan durasinya:

1. Kuning Fisiologis (Kondisi Alami / Normal)

Kondisi ini tergolong wajar dan tidak berbahaya. Gejala kuning pada sklera mata dan wajah biasanya baru mulai terlihat pada hari ke-2 hingga hari ke-4 setelah bayi lahir. Kadar bilirubin akan mencapai puncaknya pada hari ke-5, lalu perlahan menurun dan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 2 minggu tanpa menyisakan gangguan kesehatan.

2. Kuning Patologis (Kondisi Abnormal / Berbahaya)

Mata bayi kuning dikategorikan tidak normal apabila warna kuning langsung muncul dalam 24 jam pertama setelah persalinan, kadar bilirubin melonjak sangat drastis dalam hitungan jam, atau warna kuning bertahan lebih dari 14 hari pada bayi normal dan lebih dari 21 hari pada bayi prematur. Kondisi patologis ini menandakan adanya masalah medis mendasar yang wajib mendapatkan intervensi dokter segera.

Munculnya kondisi mata bayi kuning saat baru lahir yang ditandai dengan perubahan warna sklera mata menjadi kekuningan disebabkan jaringan sklera mata memiliki kandungan protein elastin yang sangat tinggi. Pigmen bilirubin memiliki daya ikat (afinitas) alami yang sangat kuat terhadap jaringan elastin, sehingga warna kuning akan langsung tampak jelas di bola mata bahkan sebelum menyebar ke kulit tubuh lainnya.  

Baca juga:
– Katarak
– Operasi Katarak
– LASIK

Penyebab Mata Bayi Kuning

Penyebab Mata Bayi Kuning

Terjadinya mata bayi kuning ketika baru lahir ini terjadi karena beberapa faktor penyebab. Literatur medis menyebutkan, setidaknya ada lima penyebab utama yang membuat kondisi sklera mata bayi mengalami perubahan warna tampak kekuningan. Berikut ini lima faktor penyebab terjadinya mata bayi kuning, antara lain: 

1. Fungsi Hati Bayi Yang Belum Normal

Pada bayi yang baru lahir ini umumnya memiliki jumlah sel darah merah yang sangat padat dengan usia sel yang lebih pendek dibandingkan orang dewasa. Ketika jutaan sel darah merah ini pecah secara bersamaan, organ hati bayi yang masih dalam tahap adaptasi kewalahan mengolah bilirubin, sehingga zat tersebut menumpuk di darah dan mewarnai sklera mata.

2. Kurang Terpenuhi Asupan ASI

Pada ibu yang baru pertama kali melahirkan, khususnya pada minggu pertama pada beberapa kasus produksi ASI ini masih belum maksimal sehingga bayi kurang ASI. Akibat kurangnya asupan cairan ASI, frekuensi buang air besar bayi berkurang, sehingga bilirubin yang seharusnya dibuang bersama feses justru terserap kembali oleh usus ke dalam darah.

3. Pengaruh Zat Alami ASI

Berbeda dengan kondisi kurangnya ASI, pada kondisi mata bayi kuning yang disebabkan oleh pengaruh zat alami ASI (Breast Milk Jaundice) justru bayi menyusu dengan sangat baik dan memiliki kenaikan berat badan normal, namun sklera mata tetap mengalami perubahan warna. Kondisi ini terjadi karena substansi protein alami tertentu di dalam ASI yang menghambat enzim pemecah bilirubin sementara waktu. Kondisi ini normal dan akan sembuh dalam 3 hingga 12 minggu tanpa perlu menghentikan pemberian ASI.

4. Ketidakcocokan Golongan Darah Ibu dan Bayi (Inkompatibilitas ABO / Rhesus) 

Apabila golongan darah atau faktor Rhesus ibu berbeda dengan bayi di dalam kandungan, antibodi ibu dapat menyerang dan menghancurkan sel darah merah bayi secara masif (hemolisis). Pemecahan darah besar-besaran ini memicu mata bayi kuning patologis sejak hari pertama kelahiran.

5. Kelahiran Prematur dan Infeksi Berat (Sepsis) 

Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu memiliki enzim hati yang jauh lebih belum siap. Selain itu, infeksi bakteri pada darah bayi (sepsis neonatorum) maupun penyumbatan saluran empedu bawaan (atresia bilier) juga menjadi pemicu kuning yang membahayakan nyawa.

Baca juga:
– Operasi Katarak Gratis 2026
– Biaya Pemeriksaan Mata 2026
– Biaya Operasi Katarak 2026

Cara Mengatasi Mata Bayi Kuning

Kondisi mata bayi kuning yang tergolong ke dalam kondisi normal ini tidak perlu dilakukan penanganan khusus karena pada umumnya dalam beberapa hari kedepan kondisi tersebut akan membaik dan kembali normal. Cara utama mengatasi mata bayi kuning adalah dengan membuat kadar bilirubin dalam ambang batas aman. Berikut ini penangan medis untuk kontrol kadar bilirubin, antara lain: 

  1. Terapi Sinar Biru (Fototerapi)
    Apabila kadar bilirubin melewati ambang batas aman, dokter akan menyarankan untuk tindakan fototerapi di rumah sakit. Bayi akan diletakkan di bawah alat terapi yang memancarkan sinar biru khusus dengan menutupi mata dengan pelindung khusus, fototerapi bertujuan untuk mengubah struktur molekul bilirubin menjadi bentuk larut air yang mudah dikeluarkan lewat urine.
  2. Prosedur Transfusi Tukar (Exchange Transfusion)
    Untuk kasus darurat di mana kadar bilirubin melonjak sangat ekstrem dan tidak merespons fototerapi, tim medis akan melakukan transfusi tukar guna mengganti darah bayi secara bertahap dengan darah donor yang sehat.

Apabila Anda merasa cemas saat sang buah hati mengalami kondisi mata bayi kuning, Anda bisa untuk konsultasi dan periksa ke dokter mata. Penjelasan dan diagnosa tenaga medis akan membantu mengetahui kondisi perubahan warna pada mata bayi ini dalam batas aman atau berbahaya. 

Baca juga:
– Retinopathy of Prematurity: Cerita Fida D’Academy tentang Pentingnya Skrining Mata Bayi Prematur
– Mata Sering Gatal: 10 Penyebab dan Cara Mengatasinya
– Mata Terasa Panas dan Perih? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kapan Mata Bayi Kuning Menjadi Tanda Bahaya?

Kapan Mata Bayi Kuning Menjadi Tanda Bahaya?

Ada beberapa tanda bahwa kondisi mata bayi kuning perlu segera dilakukan penanganan dan apabila ditunda akan berisiko sebabkan komplikasi yang lebih serius. Berikut ini tanda perubahan warna mata bayi dalam keadaan bahaya, antara lain: 

  1. Mata dan kulit bayi langsung terlihat kuning dalam waktu cepat yaitu kurang dari 24 jam setelah dilahirkan.
  2. Warna kuning pada bayi merambat ke seluruh area tubuh dengan cepat yang menandakan bahwa kadar bilirubin sangat tinggi.
  3. Bayi tampak lemas dan tidak respon ketika diberikan ASI.
  4. Feses bayi berwarna putih pucat serta urine berwarna seperti teh pekat, waspadai tanda sumbatan saluran empedu yang membutuhkan penanganan bedah segera.
  5. Bayi mengalami demam, muntah, dan menangis dengan kuat yang disertai kejang ini adalah tanda darurat bahwa bilirubin sudah mulai menyerang saraf otak.

Selain memastikan kadar bilirubin, orang tua juga harus memastikan apabila mata bayi kuning yang disertai mata merah, bengkak atau berair harus segera melakukan konsultasi dokter mata. 

Para orang tua bisa melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan mata bayi bersama dengan dokter spesialis mata di RS & Klinik Mata KMU. Dengan bantuan tenaga medis berpengalaman ini membantu memastikan penglihatan bayi tetap sehat selama masa pertumbuhan. 

Jadi, tunggu apa lagi? Segera lakukan pemeriksaan mata bayi secara rutin di RS & Klinik mata sekarang juga!

Atur Jadwal Konsultasi dan Bebaskan Keluhan Mata

Saksikan video tentang kesehatan mata lainnya di bawah ini! 

Lokasi kami

Klinik Mata KMU Madura
Ruko Khayangan, Jl. Halim Perdana Kusuma, Manggisan, Burneh, Kec. Bangkalan, Madura, Jawa Timur 69121
Klinik Mata KMU Trenggalek
Jl. Pahlawan Raya, Sukobanteng, Karangsoko, Trenggalek, Jawa Timur 66318
Ruang Edukasi
Jl. Perum Pondok Mutiara No. L 12, Banjarbendo, Sidoarjo, Jawa Timur 61213, Indonesia
Patient-Counseling
Ruko Permata, Kav. 34, 35, 37, Sidokumpul, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62212, Indonesia
Klinik Mata KMU Gresik
Jl. Sumatra No.27F, Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61121, Indonesia
RS Mata KMU
Jl. Raya No.181, Wahyu, Plosowahyu, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62218