Munculnya floaters pada mata seringkali membuat pasien mata merasa panik, karena beberapa pasien mata mendapatkan informasi bahwa salah satu gejala mata Katarak di tandai dengan munculnya floaters pada mata. Namun menurut dokter mata bahwa munculnya floaters bukan tanda utama munculnya Katarak pada mata.
Floaters yang muncul pada mata ini kerap kali dialami seseorang yang berasal dari perubahan struktur gel badan kaca (vitreous humor) di bagian belakang bola mata. Banyak dari para lansia mengalami gangguan penglihatan ini selalu menganggap tanda dari mata Katarak, termasuk floaters.
Untuk mengetahui hubungan floater pada mata dengan tanda terjadinya Katarak, mari silahkan simak informasi selengkapnya pada penjelasan berikut ini!
Daftar Isi
Apa Itu Floaters Pada Mata?
Sebelum memahami hubungan munculnya floaters pada mata dengan tanda terjadinya Katarak, Anda perlu tahu terlebih dahulu tentang apa itu floaters.
Pernahkah Anda sedang menatap dinding berwarna putih terang atau langit biru yang cerah, lalu tiba-tiba melihat ada noda gelap kecil atau garis menyerupai ulat transparan yang ikut bergeser saat bola mata Anda melirik? Saat Anda mencoba fokus menatap langsung ke titik noda tersebut, bayangan itu justru seolah-olah menghindar dan melayang pergi. Fenomena visual inilah yang dalam dunia oftalmologi dikenal sebagai floaters pada mata (myodesopsia).
dr. Rina Wulandari, Sp.M, menjelaskan bahwa munculnya penyebab munculnya bayangan hitam berjalan pada mata sangat beragam, namun terutama berasal dari area belakang bola mata.
Secara anatomi, 80% bola mata manusia ini diisi oleh cairan seperti gel bening yang disebut dengan vitreous humor. Fungsi dari gel bening ini untuk mempertahankan bentuk bulat dari bola mata, serta sebagai jalan masuknya cahaya menuju Retina mata. Seiring bertambahnya usia atau karena faktor tertentu, gel vitreus ini mengalami penyusutan dan pencairan (syneresis).
Akibat proses pencairan tersebut, serabut-serabut protein kolagen mikroskopis di dalam badan kaca menggumpal. Ketika cahaya masuk ke dalam mata, gumpalan serat kolagen ini menghalangi jalur cahaya dan menjatuhkan bayangan tepat di atas permukaan retina. Bayangan dari gumpalan serat di dalam bola mata itulah yang Anda lihat sebagai floaters pada mata.
Bentuk bayangan yang dikeluhkan oleh setiap pasien bisa sangat bervariasi, antara lain:
- Bintik-bintik hitam kecil menyerupai debu atau serangga yang beterbangan.
- Garis memanjang seperti benang kusut atau helai rambut tipis yang transparan.
- Pola melingkar menyerupai cincin (Weiss ring) atau jaring laba-laba yang ikut bergoyang saat mata digerakkan.
Hubungan Floaters Dengan Katarak?

Pada saat konsultasi dokter mata banyak pasien yang menanyakan terkait hubungan munculnya floaters pada mata dengan tanda terjadinya Katarak. Untuk memahami hubungannya, maka Anda perlu tahu anatomi letak bola mata.
Meskipun floaters pada mata dan Katarak adalah dua jenis keluhan yang berbeda, keduanya sering ditemukan secara bersamaan pada satu pasien yang sama. Mengapa demikian? Karena faktor risiko utama pemicu kedua kondisi ini adalah proses penuaan degeneratif serta riwayat mata minus tinggi (Miopia tinggi).
Untuk mengetahui keluhan floaters berkaitan dengan Katarak, Anda perlu tahu perbedaan berikut ini:
- Penderita Katarak akan mengalami penglihatan tampak berkabut dan buram secara keseluruhan sedangkan floaters ini tidak menyebabkan penglihatan buram dan berkabut melainkan terganggu oleh bayangan bintik atau benang hitam yang bergerak-gerak di lapang pandang.
- Keruhnya lensa mata akibat Katarak ini bersifat menetap pada tempat yang sama sedangkan floaters pada mata ini melayang mengikuti arah gerak bola mata.Â
- Katarak terjadi di bilik depan mata, tepatnya pada bagian lensa alami mata sedangkan floaters terjadi di bilik belakang mata, tepatnya di dalam cairan gel vitreus.
Baca juga:
– LASIK
– Minus Tinggi Bisa Mengganggu Aktivitas, Kisah Pak Sukemi Bersama Pak Purnomo
– Apa Itu Lemak Mata? Kenali Penyebab dan Cara Menghilangkannya
Bisakah Katarak Menyebabkan Floaters?
Secara langsung Katarak tidak menyebakan munculnya floaters pada mata, munculnya bintik hitam yang melayang-layang pada area lapang pandang ini biasanya terjadi pada pasien pasca operasi Katarak. Berikut ini penjelasan dua alasan mengapa floaters pada mata muncul setelah operasi Katarak:
1. Efek Kejernihan Lensa Baru Pasca Operasi Katarak
Ketika lensa katarak yang keruh diangkat dan digantikan oleh lensa tanam buatan (Intraocular Lens / IOL) yang sangat jernih, cahaya kembali masuk secara maksimal ke retina. Hasilnya, bayangan gumpalan kolagen di badan kaca langsung terlihat jelas dengan kontras yang tajam sehingga floaters ini bisa muncul.
2. Perubahan Dinamika Gel Vitreus (Posterior Vitreous Detachment)
Tindakan pembedahan intraokular maupun proses penuaan alami dapat memicu perubahan tekanan mikro di dalam bola mata yang mempercepat terlepasnya membran gel vitreus dari permukaan retina bagian belakang, atau disebut Posterior Vitreous Detachment (PVD). Kondisi PVD inilah yang memunculkan floaters pada mata secara mendadak.
Selain faktor penuaan dan PVD, kemunculan bayangan hitam di mata juga bisa dipicu oleh kondisi serius lain seperti perdarahan di dalam badan kaca akibat komplikasi diabetes (retinopati diabetik), peradangan bola mata bagian dalam (uveitis posterior), hingga robekan lapisan retina.
Cara Mengatasi Floaters Pada Mata
Munculnya floaters pada mata ini umumnya bukan suatu kondisi yang berbahaya dan umum dialami oleh semua orang. Apabila floaters ini muncul karena terjadinya penuaan atau gangguan pada Retina mata, berikut ini beberapa tindakan yang bisa dilakukan oleh dokter mata:
1. Terapi Laser Vitreolisis (YAG Laser Vitreolysis)
Untuk gumpalan yang ukurannya cukup besar dan tepat menghalangi titik fokus penglihatan tengah, dokter dapat mengarahkan sinar laser khusus berenergi rendah melalui pupil. Sinar laser ini berfungsi memecah gumpalan kolagen besar menjadi partikel-partikel mikroskopis yang tidak lagi mengganggu pandangan.
2. Prosedur Operasi Vitrektomi (Vitrectomy)
Jika floaters pada mata sangat padat, disertai perdarahan vitreus, atau sangat menurunkan kualitas hidup pasien, dokter spesialis mata subspesialis vitreoretina dapat melakukan tindakan bedah mikro vitrektomi. Melalui sayatan yang sangat kecil, gel badan kaca yang keruh diangkat dan digantikan dengan larutan elektrolit steril yang bening.
3. Fotokoagulasi Laser Retina (Bila Ditemukan Robekan Retina)
Apabila kemunculan floaters ternyata merupakan tanda awal adanya robekan kecil pada retina, dokter harus segera melakukan tindakan barikade laser retina untuk “mengelas” tepi robekan agar retina tidak lepas sepenuhnya (ablasi retina).
Baca juga:
– Operasi Katarak Gratis 2026
– Biaya Pemeriksaan Mata 2026
– Biaya Operasi Katarak 2026
Segera Konsultasi Dengan Dokter Mata

Meskipun munculnya floaters pada mata ini bukan kasus gawat darurat mata, Anda tetap saja tidak boleh menyepelekan kemunculan floaters pada area lapang pandang. Segera lakukan pemeriksaan dokter mata apabila Anda mengalami beberapa kondisi berikut ini:
- Jumlah bintik hitam melayang bertambah sangat banyak secara mendadak (seperti hujan jelaga).
- Muncul kilatan cahaya menyerupai blitz kamera atau petir (fotopsia) di sudut mata, terutama saat berada di ruangan gelap.
- Sebagian lapang pandang terasa tertutup tirai gelap atau bayangan abu-abu dari arah samping maupun atas (gejala kritis lepasnya retina).
- Pandangan mata mendadak buram drastis setelah mengalami benturan di area kepala atau mata.
Segera lakukan pemeriksaan mata secara komprehensif di RS & Klinik Mata KMU terdekat dari tempat Anda tinggal demi memastikan kondisi mata dalam keadaan sehat dan bebas dari gangguan penglihatan. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo segera jadwalkan konsultasi dengan dokter spesialis mata KMU sekarang juga!
Saksikan video tentang kesehatan mata lainnya di bawah ini!










