Penyakit mata Katarak secara umum terjadi pada lansia atau orang tua yang sudah lanjut usia. Namun pada beberapa kasus ternyata ada Katarak yang terjadi pada orang dengan usia muda. Bagaimana Katarak bisa mempengaruhi penglihatan mata di usia muda?
Jika dilihat dari penyebab utamanya, Katarak muncul karena adanya protein mata yang terlalu banyak menggumpal dan akhirnya menjadi keruh. Protein yang sudah menggumpal dan keruh ini akhirnya menutup bagian lensa mata. Penggumpalan protein mata umumnya terjadi pada mata yang sudah berusia lanjut karena adanya proses degeneratif atau penuaan.
Baca juga: Operasi Katarak Gratis
Daftar Isi
Katarak di Usia Muda, Apakah Bisa Terjadi?
Katarak di usia muda sangat mungkin terjadi. Katarak yang terjadi di usia muda biasanya dikenal dengan sebutan Katarak Juvenil. Meskipun penyebab utama Katarak adalah karena adanya gumpalan protein yang mengeruh, namun ternyata ada penyebab lain yang bisa mengeruh dan pada akhirnya menutup lensa mata. Inilah mengapa Katarak di usia muda sangat mungkin terjadi.
Umumnya, katarak yang terjadi pada usia muda ini bukan berasal dari faktor internal, melainkan faktor eksternal. Untuk itu Katarak Juvenil sangat bisa dicegah sejak dini, berbeda dengan Katarak di usia lanjut yang faktornya cenderung tidak bisa dicegah.
Baca juga: Mata Panda
Penyebab Katarak Muncul Lebih Dini

Sebagaimana sedikit disinggung di atas, Katarak di usia muda banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal. Namun terkadang ada juga faktor keturunan atau genetik yang membuat seseorang mengalami Katarak di usia muda. Untuk lebih detailnya, berikut ini penjelasan penyebab Katarak muncul lebih dini:
- Faktor Genetik
Faktor genetik sangat berpengaruh pada kemungkinan anak atau anggota keluarga yang masih berusia muda bisa mengalami Katarak lebih dini. Ada sekitar 50% kasus Katarak Juvenil yang disebabkan oleh faktor genetik.
- Penyakit Diabetes
Diabetes bisa menyerang siapa pun dengan usia berapa pun, tergantung pola makan dan minumnya. Pada penderita Diabetes, sangat mungkin terjadi penumpukan gula yang kemudian mengarah ke lensa mata. Penumpukan gula ke arah lensa mata ini lantas menyebabkan lensa mata menjadi keruh dan mengindikasikan terjadinya Katarak tanpa memandang usia penderitanya.
- Cedera
Tidak semua cedera mata bisa menyebabkan Katarak di usia muda. Namun beberapa kasus cedera mata memang punya potensi menyebabkan seseorang terkena Katarak. Biasanya cedera yang mengakibatkan Katarak ini adalah jenis cedera yang merusak struktur mata.
Baca juga: Penting! Cara Bebas Dari Katarak 2026 Paling Ampuh
- Penggunaan Obat Kortikostiroid Jangka Panjang
Salah satu risiko yang paling sering menjadi sebab terjadinya katarak di usia muda adalah saat penderitanya menggunakan obat-obatan kortikosteroid dalam jangka waktu yang panjang. Itulah mengapa diperlukan anjuran konsumsi obat dari dokter.
- Peradangan Kronis
Peradangan kronis yang dimaksud adalah peradangan Uveitis. Peradangan Uveitis yang tidak ditangani dengan segera dan cenderung dibiarkan dalam kurun waktu tertentu akan menjadi kronis dan beresiko memperkeruh lensa mata.
Baca juga: Katarak Lensa Premium
Gejala Katarak yang Sering Diabaikan
Secara umum gejala Katarak masih bisa dikenali, namun pada beberapa kasus gejala-gejala tersebut sangat sering diabaikan. Apa saja Gejala Katarak yang dimaksud? berikut ini beberapa detailnya:
- Pandangan Kabur
Gejala ini sering disalah artikan sebagai gejala Miopi. Gejala mata kabur dan tidak fokus memang bisa terjadi pada penderita Miopi, namun penderita yang beresiko Katarak juga harus waspada terhadap ciri khas yang satu ini.
Jika pandangan mata terlihat seperti berembun dan selalu berkembang lebih parah, maka jangan lagi berfikir gejala tersebut merupakan gejala mata minus, karena ciri khas nya sudah mengarah ke Katarak.
- Sangat Sensitif Terhadap Cahaya
Mata yang silau terhadap cahaya adalah hal yang wajar. Namun ada kondisi yang mana mata benar-benar merasa silau secara berlebihan. Jika hal ini terjadi, biasanya terdapat masalah pada kesehatan mata.
- Penglihatan Ganda
Penglihatan ganda biasa dikenal dengan sebutan Diplopia. Gejala ini juga terkadang Diabaikan oleh penderitanya karena dianggap hanya gejala kelelahan. Gejala penglihatan yang dialami oleh penderita Katarak biasanya hanya terjadi pada satu mata.
Baca juga: Glaukoma Onset Dini: Ancaman Penglihatan di Usia Muda
- Kualitas Penglihatan Berkurang di Malam Hari
Pada malam hari atau pada ruang yang minim cahaya, biasanya orang akan kesulitan melihat. Namun dengan reflek pupil yang membesar, biasanya seseorang masih bisa melihat objek meski tidak sepenuhnya jelas. Refleks pupil ini tidak bekerja pada penderita Katarak. Penderita Katarak akan tetap merasa kesulitan saat melihat objek di ruang yang gelap atau redup.
- Penglihatan Terhadap Mata Terlihat Pudar
Gejala Katarak yang juga sering diabaikan oleh penderitanya adalah saat penglihatan terhadap warna mata menjadi pudar atau tidak jelas. Saat kondisi mata mulai tidak jelas melihat warna, pastikan untuk segera konsultasi dokter mata agar bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Baca juga: Terapi Mata Minus Anak
Dampak Katarak pada Aktivitas Sehari-hari
Katarak sangat berbeda dengan sekedar permasalahan mata ringan seperti mata merah karena kering atau lelah. Permasalahan mata ringan bisa diatasi dengan obat tertentu. Namun Katarak butuh tindakan profesional atau khusus untuk mengatasinya.
Katarak sangat punya dampak terhadap aktivitas sehari-hari jika tidak segera diatasi. Beberapa dampaknya adalah seperti:
- Kesulitan saat membaca buku maupun menonton film. Kualitas objek yang dibaca atau ditonton jadi tidak jelas.
- Saat mengemudi kendaraan, penderita akan sangat terganggu dengan gejala silau terhadap cahaya yang berlebihan. Selain itu melihat jarak jauh pun jadi terganggu, utamanya saat berkendara di malam hari. Ini akan menjadi dampak yang sangat berbahaya karena rentan terhadap kecelakaan.
- Kemampuan kemandirian dalam melakukan berbagai aktivitas harian juga akan menurun karena kualitas penglihatan yang mulai sangat berkurang. Penderita akan merasa selalu butuh bantuan orang lain untuk melakukan aktivitas tertentu.
- Penderita akan merasa sangat tidak nyaman berada di ruang terang karena terlalu silau terhadap cahaya. Namun penderita juga akan kesulitan jika berada di ruang gelap atau redup.
Baca juga: Undian Hewan Kurban Untuk Pasien Operasi Katarak di KMU Trenggalek
Penanganan Katarak Untuk Mengembalikan Penglihatan

Pada penderita mata minus, umumnya mata yang mengalaminya bisa diatasi dengan pemakaian kacamata atau bisa juga dengan tindakan Lasik jika ingin terbebas dari penggunaan kacamata.
Namun hal ini berbeda dengan gangguan mata Katarak baik Katarak pada usia lanjut maupun usia muda. Setiap penyakit Katarak harus diatasi dengan tindakan operasi Katarak untuk Mengembalikan penglihatan seperti semula. Lensa keruh yang menutup penglihatan mata harus dihancurkan atau diambil. Sedangkan lensa yang sudah rusak harus diganti dengan lensa yang lebih baik dan normal.
Inilah mengapa Katarak hanya bisa diatasi secara total dengan tindakan operasi. Jika tidak segera diatasi, penderitanya bisa mengalami kebutaan. Bagi sobat KMU yang mengalami gejala Katarak meski masih dengan usia muda, jangan ragu untuk segera periksa ke dokter mata dan lakukan tindakan penyembuhan sesegera mungkin.
Tonton video menarik lainnya dari KMU:











