Jaman sekarang banyak para ibu hamil yang menginginkan lahiran normal. Hal ini bisa jadi dikarenakan pemulihan lahiran normal akan lebih cepat dibandingkan Caesar Meski begitu, ada banyak hal terkait kesiapan fisik yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan metode lahiran.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kondisi mata. Ada banyak isu yang mengatakan bahwa ibu hamil dengan gangguan Miopi, akan sulit dan tidak aman jika memilih metode lahiran secara normal. Lahiran normal membutuhkan teknik mengejan yang bisa memecah pembuluh darah dari mata yang mengalami minus. Namun benarkah demikian?
Baca juga:Â
Katarak
Operasi Katarak
Daftar Isi
Apakah Minus Tinggi Aman Untuk Lahiran Normal?
Aman atau tidaknya lahiran normal bagi ibu hamil dengan mata minus masih menjadi hal yang membingungkan. Salah satu pasien Klinik Mata KMU, yaitu ibu Anggun juga mengalami kecemasan terkait metode lahiran yang akan dipakai.
Namun apakah memang benar bahwa isu lahiran secara normal untuk ibu hamil dengan minus tinggi itu tidak aman? Pada permasalahan mata minus, sebenarnya yang berpengaruh terhadap lahiran normal adalah keamanan Retina dan bukan berfokus pada tinggi rendahnya angka minus mata.
Jadi selama kondisi Retina mata ibu hamil adalah sehat dan jauh dari resiko Ablasio Retina atau lepasnya Retina, maka lahiran normal masih bisa dilakukan sebagaimana mestinya. Hal yang ditakutkan ketika memutuskan lahiran normal dengan kondisi mata punya gangguan minus adalah saat posisi mengejan.
Mengejan bahkan punya Resiko yang membahayakan Retina, seperti Ablasio Retina. Tentu siapa saja bisa mendapatkan resiko ini saat lahiran secara normal. Itulah mengapa sangat penting untuk ibu hamil mengetahui kondisi kesehatan matanya terlebih dulu, utamanya bagian Retina agar makin siap untuk memutuskan jalan lahiran terbaik yang aman bagi ibu dan bayi.
Baca juga:Â
Operasi Katarak Gratis
Mata Minus Parah, Salah Kacamata atau Salah Kaprah?
Pentingnya Pemeriksaan Mata Untuk Ibu Hamil

Gangguan kesehatan mata umumnya bisa dialami oleh siapa saja, bahkan bagi seorang ibu hamil sekalipun. Menjelang waktu lahiran, kesiapan fisik dan mental sangatlah penting diperhatikan. Bahkan kesehatan mata pun juga akan sangat penting disiapkan.
Seperti yang dikatakan di awal, kesehatan Retina akan sangat berpengaruh dengan proses lahiran jika memang sang ibu memilih lahiran secara normal. Untuk mengetahui kondisi kesehatan Retina tentu harus melalui pemeriksaan ke dokter mata.
Meskipun pemeriksaan mata ini tidak ada kaitannya dengan pemeriksaan kandungan, namun konsultasi dokter mata dianggap penting untuk dilakukan menjelang lahiran normal. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara rutin selama kehamilan untuk memastikan bahwa kondisi mata masih aman-aman saja.
Baca juga:Â
Mata Panda
Mata Merah
Jika diketahui bahwa kondisi Retina ibu hamil dalam keadaan tidak sehat atau tidak aman, maka biasanya dokter akan menyarankan untuk memilih lahiran caesar. Sebaliknya jika kondisi Retina ini sehat dan aman serta memungkinkan untuk lahiran normal, maka dokter juga bisa mengarahkan untuk memilih proses melahirkan secara normal.
Dalam konteks ini dokter mata akan bisa menyarankan dokter kandungan untuk melakukan proses lahiran normal pada ibu hamil yang mengalami gangguan mata minus tersebut.
Jika ibu hamil memaksakan untuk lahiran metode normal sedangkan saat mengalami minus tinggi ternyata ada ketidak normalan pada Retina, maka hal ini akan sangat berbahaya bagi sang ibu. Bahkan resiko yang terjadi pada Retina ini bisa menyebabkan gangguan penglihatan.
Baca juga:Â
Katarak
Katarak Lensa Premium
Puasa Bagi Penderita Glaukoma: Apakah Aman Bagi Tekanan Bola Mata
Lahiran Normal Atau Caesar? Rekomendasi Dokter Untuk Ibu Anggun

Seperti yang sudah disinggung sedikit di awal, Ibu Anggun merupakan salah satu pasien RS dan Klinik Mata KMU yang kebetulan mengalami minus tinggi dan kondisinya sedang hamil. Ibu Anggun sendiri sudah memimpikan untuk bisa menjalankan proses lahiran dengan metode normal.
Kekhawatiran tampak dialami Ibu Anggun karena pendapat orang-orang di sekitarnya yang mengatakan bahwa penderita mata minus tinggi cukup beresiko jika memutuskan lahiran secara normal karena proses mengejan yang dilakukan saat lahiran.
Namun karena masih menginginkan lahiran secara normal, Ibu Anggun berkonsultasi pada tim dokter di Klinik Mata KMU untuk memastikan kondisinya aman atau tidak untuk melakukan lahiran normal.
Baca juga:Â
Lasik
Terapi Mata Minus Anak
Kebetulan kondisi Retina Ibu Anggun dalam kondisi yang masih aman untuk melakukan lahiran normal. Untuk itu dokter mata Klinik KMU menyatakan bahwa Ibu Anggun bisa melakukan lahiran normal tanda kendala kondisi matanya yang mengalami minus.
Setelah dinyatakan aman untuk melakukan lahiran normal, Ibu Anggun merasa tenang dan mulai menyiapkan fisik dan mental untuk melakukan lahiran normal tersebut. Meski begitu Ibu Anggun masih disarankan untuk terus rutin periksa mata hingga menjelang lahiran normal.
Bagi sobat KMU yang dalam kondisi hamil dan mengalami mata minus tinggi tidak perlu khawatir karena masih ada kesempatan untuk lahiran normal asal Retina dalam kondisi aman. Untuk itu, yuk lebih rutin periksa mata selama masa kehamilan agar bisa dipastikan kondisi mata aman untuk melakukan proses lahiran tersebut.
Tonton juga video kesehatan mata lainnya:











