Saraf Optik mata: struktur, fungsi, dan berbagai penyakitnya

Ditinjau oleh

dr. Evy I. Apidian, SpM

Terakhir diperbaharui pada

30 October 2025

Bagikan

Saraf Optik mata: struktur, fungsi, dan berbagai penyakitnya

Saraf optik mata (Nervus Opticus) adalah kumpulan dari jutaan serabut saraf yang  menghubungkan Retina mata ke pusat penglihatan di otak. Fungsi saraf mata mengubah sinyal cahaya yang diterima fotoreseptor Retina menjadi impuls listrik, lalu membawanya menuju korteks visual otak untuk diinterpretasikan sebagai gambar visual.

Untuk mengetahui secara rinci mengenai saraf mata, meliputi penyakit, gejala gangguan hingga cara penanganannya. Mari simak informasi selengkapnya pada penjelasan berikut ini! 

Apa Itu Saraf Optik Mata (Nervus Opticus)

Apa Itu Saraf Optik Mata (Nervus Opticus)

Menurut penjelasan dari dr. Evy I Apidian, SpM selaku dokter spesialis mata, dalam sistem saraf manusia, terdapat 12 pasang saraf kranialis (saraf kepala). Saraf optik mata diberi nomor Nervus II. Saraf mata ini unik karena, secara embriologis, saraf optik dianggap sebagai perpanjangan dari otak (sistem saraf pusat) itu sendiri, bukan hanya saraf perifer biasa.

Saraf optik mata bukan merupakan saraf tunggal, melainkan kumpulan dari jutaan serabut saraf yang terdiri dari sel-sel saraf yang saling terhubung. Fungsi vitalnya untuk meneruskan cahaya yang telah diubah oleh sel-sel pada Retina menjadi impuls listrik menuju otak. 

Saraf optik merupakan bagian penting dari jalur penglihatan yang memastikan kita dapat melihat. Kerusakan pada saraf ini seringkali berakibat fatal pada fungsi penglihatan, bahkan dapat menyebabkan kebutaan permanen.

Baca juga:ย 
Operasi Katarak
LASIK
Glaukoma adalah Salah Satu Penyebab Utama Kebutaan di Dunia, Ini Penjelasannya!

Mekanisme Fungsi Saraf Optik Mata

Saraf optik menjadi bagian dari Retina ini berbentuk seperti kabel sangat kecil, bahkan lebih lembut dibandingkan rambut. Saraf optik pada mata berfungsi untuk meneruskan impuls listrik (yang awalnya berupa cahaya masuk) menuju ke otak.ย 

Setelah diteruskan ke dalam otak, maka otak akan menerjemahkan sinyal tersebut menjadi gambar atau sebuah obyek yang bisa dilihat oleh mata kita. Oleh karena itu, jika ada gangguan pada saraf optik, tentu saja akan ada gangguan pula pada penerjemahannya dalam otak. Sehingga penderita yang mengalami gangguan saraf optik tidak akan bisa menangkap obyek atau gambar dengan baik.

Penyakit pada Saraf Optik Mata

Penyakit pada Saraf Optik Mata (Nervus Opticus)

Ada beberapa jenis yang dapat terjadi pada saraf optik mata dan 2 diantaranya bisa sebabkan kebutaan permanen bila salah dalam penanganannya. Berikut ini jenis-jenis penyakit yang menyerang saraf optik, meliputi: 

1. Glaukoma

Glaukoma adalah penyakit yang menyebabkan kerusakan pada saraf optik, Glaukoma terjadi karena meningkatnya tekanan bola mata atau tekanan intraokular (TIO). Gejala Glaukoma sering kali tidak disadari pada tahap awal, oleh karena itu Glaukoma dijuluki sebagai โ€œPencuri Penglihatanโ€.

Glaukoma sendiri menjadi penyebab kebutaan nomor 2 dunia setelah penyakit Katarak, oleh karena itu penanganan yang salah ini dapat sebabkan kebutaan permanen pada penderitanya. 

2. Atrofi Optik

Atrofi Optik adalah Kerusakan atau kematian permanen serabut saraf optik yang menyebabkan penurunan penglihatan yang signifikan. Penyebab dari Atrofi Optik bukanlah penyakit, melainkan kondisi akhir yang disebabkan oleh berbagai penyakit lain, seperti Glaukoma, trauma, atau tumor. 

Kerusakan serabut saraf ini menyebabkan ketidakmampuan sel-sel saraf untuk menyalurkan informasi visual ke otak. Kondisi ini termasuk kondisi serius yang berisiko sebabkan kebutaan pada penderitanya. 

3. Neuropati Optik Iskemik

Neuropati Optik Iskemik adalah kerusakan saraf optik akibat terganggunya aliran darah ke diskus optik, biasanya disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada pasien dengan tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit kardiovaskular.

4. Neuritis Optik (Peradangan Saraf Optik)

Neuritis Optik adalah kondisi dimana terjadi peradangan dan pembengkakan pada saraf optik. Neuritis optik sering dikaitkan dengan penyakit autoimun, seperti Multiple Sclerosis (MS).

Gejala pada kondisi ini adalah penurunan penglihatan yang cepat (sering pada satu mata) dan rasa sakit saat menggerakkan mata.

Baca juga :ย 
Operasi katarak gratis 2025
Biaya pemeriksaan mata 2025ย 
Biaya Operasi katarak 2025

Gejala Gangguan Pada Saraf Optik

Terdapat beberapa gejala yang menjadi indikasi bahwa saraf optik mata sedang mengalami gangguan atau kerusakan, antara lain : 

  • Penurunan penglihatan mendadak
  • Rasa nyeri mata saat mata digerakkan
  • Penglihatan kabur atau buram
  • Kehilangan penglihatan warna (warna pudar)
  • Kehilangan bidang pandang tepi (ciri Glaukoma)
  • Penurunan kemampuan membedakan kontras
  • Melihat kilatan cahaya (photopsia)

Pemeriksaan Deteksi Kerusakan Saraf Optik

Pemeriksaan dan Penanganan Kerusakan Saraf Optik

Jika Anda mengalami gejala seperti pandangan kabur mendadak, sakit mata hebat saat bergerak, atau kehilangan bidang pandang segera konsultasi dokter mata. Pemeriksaan yang umum dilakukan untuk mendeteksi kondisi saraf optik meliputi:

  • Oftalmoskopi: Melihat langsung kondisi diskus optik.
  • Tes Lapangan Pandang: Mengukur area penglihatan tepi.
  • Optical Coherence Tomography (OCT): Pemindaian resolusi tinggi untuk mengukur ketebalan serabut saraf optik.

RS & Klinik mata KMU telah menyediakan layanan periksa saraf optik mata secara lengkap. Jika Anda ingin mendapatkan pemeriksaan yang akurat, Ayo segera lakukan periksa mata dan konsultasi dokter mata di RS & Klinik mata KMU terdekat dari kota Anda! 

Atur Jadwal Konsultasi dan Bebaskan Keluhan Mata

Sumber : dr. Evy I Apidian, SpM

Saksikan juga video lain tentang kesehatan mata di bawah ini:

Lokasi kami

Klinik Mata KMU Madura
Ruko Khayangan, Jl. Halim Perdana Kusuma, Manggisan, Burneh, Kec. Bangkalan, Madura, Jawa Timur 69121
Klinik Mata KMU Trenggalek
Jl. Pahlawan Raya, Sukobanteng, Karangsoko, Trenggalek, Jawa Timur 66318
Ruang Edukasi
Jl. Perum Pondok Mutiara No. L 12, Banjarbendo, Sidoarjo, Jawa Timur 61213, Indonesia
Patient-Counseling
Ruko Permata, Kav. 34, 35, 37, Sidokumpul, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62212, Indonesia
Klinik Mata KMU Gresik
Jl. Sumatra No.27F, Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61121, Indonesia
RS Mata KMU
Jl. Raya No.181, Wahyu, Plosowahyu, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62218