Tanda Katarak seringkali muncul secara perlahan sehingga banyak orang tidak menyadarinya sejak awal. Tidak sedikit pula yang menganggap bahwa Katarak hanya terjadi karena faktor keturunan. Padahal, kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja dan dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko lainnya. Kisah Muhammad Basid, pasien RS Mata KMU Lamongan, menjadi pengingat bahwa mengenali tanda Katarak sejak dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan sebelum gangguan penglihatan semakin parah.
Daftar Isi
Awalnya Mengira Katarak Hanya karena Keturunan

Pak Basid mulai merasakan adanya gangguan pada penglihatannya ketika kedua matanya tampak buram dan tidak bisa melihat dengan jelas seperti biasanya. Awalnya, beliau mengira kondisi tersebut hanya disebabkan oleh debu yang masuk ke mata. Karena merasa keluhannya tidak terlalu serius, Pak Basid memilih untuk membiarkannya dan tidak segera melakukan pemeriksaan.
Beberapa waktu kemudian, beliau memutuskan untuk memeriksakan matanya ke dokter mata. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter menjelaskan bahwa penyebab penglihatannya yang buram adalah Katarak. Namun, saat itu Pak Basid masih belum percaya sepenuhnya. Menurut beliau, tidak ada anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit serupa sehingga muncul anggapan bahwa dirinya tidak mungkin mengalami Katarak.
Pemikiran bahwa Katarak hanya terjadi karena faktor keturunan membuat Pak Basid sempat mengabaikan kondisi yang dialaminya. Hingga suatu hari, beliau mulai menyadari adanya perubahan yang semakin jelas pada mata kanannya. Penglihatannya semakin menurun dan bagian mata terlihat lebih keruh dibanding sebelumnya. Saat itulah beliau mulai yakin bahwa gangguan yang dialaminya memang bukan keluhan biasa.
Beruntung, Pak Basid segera menghubungi RS Mata KMU Lamongan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Menurut pengakuannya, pelayanan yang diberikan berlangsung cepat dan responsif. Setelah menjalani tindakan Operasi Katarak, penglihatannya berangsur pulih. Kini beliau dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman dan melihat lebih jelas seperti semula.
Kisah Pak Basid menunjukkan bahwa menunda pemeriksaan mata karena asumsi tertentu dapat membuat kondisi semakin memburuk. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda Katarak sejak awal dan segera melakukan konsultasi dokter mata ketika mengalami keluhan penglihatan yang tidak biasa.
Baca juga:
– Operasi Katarak Gratis
– Penyebab Mata Kabur Sebelah dan Tanda Bahayanya!
– LASIK
Tanda Katarak yang Perlu Diwaspadai

Katarak merupakan kondisi ketika lensa mata yang seharusnya jernih menjadi keruh. Proses ini biasanya berlangsung secara bertahap sehingga banyak penderita yang tidak menyadarinya pada fase awal. Karena itu, penting untuk memahami berbagai tanda Katarak yang dapat muncul, antara lain:
- Pandangan buram atau berkabut, seolah melihat melalui kaca yang berembun.
- Mudah silau saat melihat cahaya terang, baik dari lampu maupun sinar matahari.
- Muncul lingkaran cahaya (halo) di sekitar lampu pada malam hari.
- Kesulitan melihat dalam kondisi minim cahaya, terutama saat malam hari.
- Warna terlihat lebih pudar atau kekuningan dibanding biasanya.
- Sering mengganti ukuran kacamata, tetapi penglihatan tetap tidak membaik.
- Penglihatan ganda pada satu mata dalam beberapa kasus tertentu.
Pada tahap awal, gejala-gejala tersebut mungkin hanya terasa ringan sehingga sering dianggap sebagai tanda kelelahan mata atau faktor usia biasa. Namun seiring waktu, kekeruhan pada lensa mata dapat semakin luas dan mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti membaca, bekerja, hingga mengemudi pada malam hari.
Apabila Anda mulai merasakan salah satu atau beberapa gejala di atas, sebaiknya jangan menunggu hingga penglihatan semakin terganggu. Pemeriksaan mata sejak dini dapat membantu dokter menentukan kondisi mata dan memberikan penanganan yang sesuai.
Baca juga:
– Fasilitas Lengkap di RS Mata KMU Lamongan untuk Pemeriksaan dan Perawatan Mata
– Bebas Kacamata! 2 Jenis Lensa Premium untuk Katarak Terbaik
Katarak Tidak Hanya Disebabkan Faktor Keturunan

Kisah Pak Basid menunjukkan bahwa Katarak tidak selalu disebabkan oleh faktor keturunan. Meskipun riwayat keluarga memang dapat meningkatkan risiko, terdapat banyak faktor lain yang juga dapat memicu terjadinya Katarak, seperti proses penuaan, diabetes, hipertensi, paparan sinar ultraviolet berlebih, kebiasaan merokok, trauma mata, hingga penggunaan obat steroid dalam jangka panjang.
Karena penyebabnya sangat beragam, penting untuk tidak langsung mengaitkan Katarak hanya dengan faktor keturunan. Mengenali tanda Katarak, menjaga kesehatan mata, serta melakukan pemeriksaan secara rutin merupakan langkah terbaik untuk menjaga kualitas penglihatan.
Jangan menunggu hingga penglihatan semakin buram seperti yang sempat dialami Pak Basid. Jika Anda mulai merasakan gejala yang mengarah pada tanda Katarak, segera lakukan konsultasi dokter mata agar mendapatkan penanganan yang tepat. Pemeriksaan mata rutin dapat membantu mendeteksi gangguan sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan hasilnya menjadi lebih optimal.
Tonton juga video menarik lainnya seputar kesehatan mata disini!











