Penderita Diabetes dan Hipertensi (komorbiditas) memiliki risiko tinggi mengalami kerusakan serius pada Retina mata, komplikasi yang sering terjadi adalah Retinopati Diabetik dan Retinopati Hipertensi.
Gejala paling umum yang harus segera diwaspadai adalah penglihatan kabur yang tidak membaik, munculnya floater (bintik hitam melayang), dan penurunan penglihatan mendadak. Diabetes dan Hipertensi dapat mempercepat kerusakan Retina hingga menyebabkan kebutaan permanen jika tekanan darah dan gula darah tidak terkontrol.
Daftar Isi
Gangguan Retina Sering Tanpa Gejala, Tapi Berbahaya

Munculnya gangguan Retina akibat komplikasi dari Diabetes dan Hipertensi, seringkali penderita tidak menyadari gejala atau tanda-tanda terjadinya kerusakan pada Retina mata. 9 dari 10 pasien penderita Diabetes dan Hipertensi datang untuk melakukan konsultasi dokter mata dengan kondisi mata yang telah mengalami kerusakan.
Menurut data dari World Health Organization (WHO) penderita Retinopati Diabetik merupakan komplikasi dari Diabetes akan meningkat dari 11,9% pada tahun 2019 menjadi 12,2% pada tahun 2030.
Sedangkan komplikasi dari Hipertensi menurut National Library Of Medicine dari 655 pasien penderita Hipertensi, sekitar 66,3% mengalami Retinopati Hipertensi.
Kedua jenis Retinopati tersebut sama-sama berbahaya dan dapat merusak jaringan saraf yang pada pada Retina mata. Jika kondisi ini tidak disadari, resiko terbesarnya adalah mengalami kebutaan mata.
Baca juga :
– Operasi katarak gratis 2025
– Biaya pemeriksaan mata 2025
– Biaya Operasi katarak 2025
Diabetes dan Hipertensi Bisa Merusak Retina Secara Perlahan

Diabetes dan Hipertensi tidak merusak Retina mata secara langsung, namun merusak Retina secara perlahan. Berikut ini proses kerusakan Retina akibat Retinopati:
Retinopati Diabetik
Gula darah tinggi merusak pembuluh darah kecil (mikrovaskular) di Retina mata, menyebabkan kebocoran (edema/pembengkakan) atau pembentukan pembuluh darah baru yang rapuh (Neovaskularisasi).
Retinopati Hipertensi
Tekanan darah tinggi membuat dinding pembuluh darah di Retina menebal atau menyempit, membatasi aliran darah, dan bisa menyebabkan perdarahan di area mata.
Baca juga :
– LASIK
– Operasi Katarak
– Operasi Retina Mata: Jenis, Biaya & Tips Pemulihan di KMU!
Kenali Gejala Awal yang Perlu Diwaspadai
Penderita Diabetes dan Hipertensi sering tidak merasakan gejala di tahap awal. Waspadai tanda-tanda berikut yang menunjukkan kerusakan Retina mata, meliputi:
- Pandangan Kabur Tiba-Tiba
Terkadang membaik, terkadang memburuk, namun tidak kembali normal, terutama setelah kadar gula darah tinggi. - Munculnya Floaters (Bintik Hitam Melayang)
Terlihat seperti titik, benang, atau sarang laba-laba yang bergerak, menandakan adanya perdarahan di dalam mata. - Kilatan Cahaya (Photopsia)
Sering terjadi pada kasus yang lebih parah atau pertanda Ablasio Retina (retina terlepas). - Penglihatan Berkurang atau Hilang Mendadak
Ini adalah kondisi darurat medis dan bisa menjadi tanda perdarahan masif atau penyumbatan pembuluh darah. - Kesulitan Melihat di Malam Hari (Night Blindness)
Kerusakan retina mempengaruhi kemampuan mata beradaptasi di cahaya redup. - Sakit Kepala Disertai Nyeri Mata
Terutama jika berhubungan dengan peningkatan tekanan bola mata (Glaukoma Neovaskular) yang merupakan komplikasi lanjut Retinopati.
Baca juga:
– Katarak
– Biaya Operasi Retina Mata di Gresik: Temukan Harga Terbaiknya di Sini!
– Cari Operasi Retina Mata di Tuban? Ini Solusi Tepat & Lengkap Hanya di KMU
Segera Lakukan Pemeriksaan ke Dokter Spesialis Mata

Bagi penderita Diabetes dan Hipertensi penting untuk melakukan periksa mata rutin demi terhindar dari risiko komplikasi yang menyerang mata. Selain itu juga penting untuk tetap kontrol tekanan darah dan kontrol kadar gula darah. Bila Retina telah mengalami kerusakan, ada beberapa pilihan pengobatan, meliputi:
- Terapi laser (Laser Photocoagulation)
- Suntikan obat anti-VEGF
- Operasi Vitrektomi (untuk kasus perdarahan berat atau ablasi retina)
Jangan biarkan komplikasi Diabetes dan Hipertensi merenggut penglihatan Anda. Jika Anda atau keluarga mengalami salah satu gejala gangguan Retina yang disebutkan di atas, segera lakukan pemeriksaan dan konsultasi dokter mata. .
Deteksi dini adalah satu-satunya cara untuk mencegah kerusakan retina permanen akibat penyakit sistemik seperti Diabetes dan Hipertensi. RS & Klinik Mata telah menyediakan layanan periksa mata dan Anda bisa segera atur jadwal periksa mata dengan dokter mata pilihan Anda!
Saksikan video lain tentang kesehatan mata di bawah ini











