Halo sahabat KMU, apakah kalian pernah mendengar mengenai penyakit Pterygium? Penyakit ini merupakan salah satu jenis penyakit pada mata dengan gejala mata merah berulang dengan rasa iritasi pada pada permukaan mata seperti mengganjal dan perih. Jika mengalami gejala tersebut sebaiknya segera periksa ke dokter mata karena penyakit ini berisiko menyebabkan kebutaan.
Nah, pada kesempatan saat ini KMU akan mengulas mengenai pengertian, gejala, penyebab Pterygium beserta cara untuk mengobatinya. Bagi kalian yang ingin mengetahui informasi selengkapnya, silahkan simak penjelasan berikut ini!
Daftar Isi
Apa Itu Pterygium?

Dalam bahasa medis, Pterygium adalah kelainan klinis berupa jaringan fibrovaskular berbentuk segitiga pada limbus kornea. Penyakit mata ini ditandai dengan tumbuhnya selaput pada bagian putih bola mata yang bisa menutupi Kornea. Penyakit ini bisa terjadi pada salah satu mata atau kedua mata. Jika terjadi di kedua mata, kondisi ini disebut bilateral Pterygium.
Penyakit tersebut bukan sel kanker dan jarang menyebabkan komplikasi berbahaya. Namun, jika tidak mendapatkan penanganan medis yang tepat, maka dapat mengganggu penglihatan serta jika sudah menutupi Kornea mata atau bahkan pupil mata bisa terjadi kebutaan pada mata.
Penyakit mata Pterygium masih dapat disembuhkan dengan penanganan yang tepat dan cepat oleh dokter spesialis mata sehingga terhindar dari kebutaan. Bila ada pasien mata atau sahabat KMU yang mengalami kondisi tersebut, maka sebaiknya untuk segera dilakukan penaganan dan jangan menunggu sampai kondisi penyakit menganggu penglihatan.
Baca juga:
– Operasi Katarak Gratis 2025
– Biaya pemeriksaan mata 2025
– Biaya Operasi Katarak 2025
Gejala Pterygium
Penyakit ini bermula dengan munculnya bercak kekuningan pada bagian putih mata (pinguecula), yang disebabkan oleh penumpukan protein, lemak, atau kalsium di dalam mata. Pinguecula berkembang menjadi jaringan berwarna merah muda dengan tekstur yang sedikit menonjol, biasanya tumbuh di bagian mata dekat hidung dan meluas ke tengah, bahkan bisa mencapai kornea.
Jika jaringan ini menyebar hingga menutupi kornea, penglihatan dapat terganggu karena cahaya yang masuk melalui pupil terhalang. Gejala lain dari Pterygium meliputi :
- Kemerahan pada mata
- Rasa gatal atau perih di area jaringan yang tumbuh
- Mata kering disertai gatal dan sensasi panas
- Rasa tidak nyaman seperti ada pasir di mata, terutama jika jaringan sudah menebal
- Penglihatan kabur atau ganda, terutama jika jaringan telah mencapai kornea.
Jika pasien mata atau sahabat KMU mengalami gejala tersebut baiknya untuk segera konsultasi dokter mata demi mendapatkan penanganan sedini mungkin sehingga mencegah komplikasi lebih lanjut.
Baca juga :
– Lasik
– Operasi Katarak
– penyebab cmv retinitis dan cara penyembuhannya
Penyebab Pterygium

Berbeda dengan mata Katarak yang memiliki penyebab pasti, penyebab pterygium belum dapat dipastikan. Namun, berbagai penelitian menunjukkan sejumlah proses patogenesis yang diduga berkontribusi terhadap perkembangan penyakit ini. Kelainan klinis ini utamanya disebabkan oleh degenerasi yang dipengaruhi oleh paparan sinar ultraviolet dalam jangka panjang.
Karena itu, penyakit ini lebih sering dialami oleh individu yang banyak beraktivitas di luar ruangan, seperti peselancar. Selain itu, iritasi kronis, serta kondisi cuaca yang kering dan berdebu, dapat memicu inflamasi kronis yang merusak jaringan konjungtiva dan berujung pada munculnya pterygium.
Baca juga :
– Biaya Tindakan Mata Kelilipan (Corpus Alienum) di Klinik Mata KMU
– Cek Biaya Tes Buta Warna di Klinik Mata KMU, Mulai Dari 150rb Aja Lho!
Bagaimana Cara Pencegahannya?
Penyebab utama pterygium adalah paparan sinar ultraviolet. Oleh karena itu, pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan kacamata hitam saat berada di luar ruangan yang terik. Selain melindungi dari sinar matahari, kacamata ini juga dapat membantu melindungi mata dari debu dan asap.
Pterygium juga dapat terjadi akibat kondisi mata kering. Untuk mencegahnya, pastikan mata tetap lembab dengan menggunakan obat tetes mata buatan.
Langkah pencegahan lainnya adalah rutin memeriksakan mata dan konsultasi dokter mata. Idealnya, pemeriksaan mata dilakukan minimal sekali dalam setahun untuk memastikan mata tetap sehat dan bebas dari pterygium atau masalah lain, seperti mata minus, mata plus atau mata silinder.
Cara Mengobati Pterygium

Pemeriksaan lebih lanjut mulai dengan menggunakan slit lamp dan alat khusus untuk memeriksa kondisi mata. Termasuk pemeriksaan untuk memeriksa perubahan lengkungan pada Kornea pasien. Pada stadium awal yang hanya muncul selaput tanpa menimbulkan keluhan, Pterygium biasanya tidak membutuhkan penanganan.
Pengobatan pada penyakit Pterygium bisa dilakukan dengan menggunakan obat tetes mata atau salep untuk meredakan peradangan, apabila kondisinya tidak menyebabkan keluhan pada penderitanya. Namun tentunya tetap perlu anjuran resep obat dari dokter mata.
Tindakan operasi pada penyakit Pterygium tidak wajib dilakukan operasi, tindakan operasi dilakukan apabila kondisi penyakit berkembang menutupi Kornea mata sehingga menyebabkan kebutaan. Pada kondisi ini dokter mata akan menyarankan untuk segera melakukan tindakan operasi mata.
Bagi sahabat KMU yang ini periksa kondisi mata kalian, maka bisa mengambil layanan tes mata KMU atau periksa mata KMU di RS & Klinik mata KMU. Jadi tunggu apa lagi? Ayo segera kunjungi RS & Klinik mata KMU terdekat di kota kamu!
Saksikan juga video lain tentang kesehatan mata di bawah ini :ย










