Salah satu gangguan kesehatan mata yang bisa menyebabkan seseorang kehilangan penglihatannya adalah Katarak. Banyak lansia yang mengalami gejalanya namun takut periksa dan berobat karena khawatir akan terasa sakit. Apalagi faktanya memang Katarak hanya bisa disembuhkan dengan jalan operasi.
Meski begitu, para lansia harus terus diedukasi agar kesehatan matanya kembali normal. Adapun untuk rasa sakit, di era yang sudah sangat canggih ini operasi Katarak umumnya sudah tidak terasa sakit karena menggunakan teknologi terbaik jadi tidak perlu takut periksa.
Baca juga: Operasi Katarak Gratis
Daftar Isi
Fakta Di Balik Pemeriksaan dan Operasi Katarak
Para lansia yang masih merasa takut periksa dan takut untuk melakukan tindakan operasi Katarak harus diberikan fakta terkait pemeriksaan dan operasi Katarak itu sendiri. Dengan begitu ketakutan tentang tindakan operasi Katarak tidak lagi menghantui dan menghambat kesembuhan.
Pada pemeriksaan Katarak ada beberapa fakta yang perlu diketahui, yaitu:
- Tidak semua diagnosa Katarak harus dioperasi pada saat itu juga karena ada beberapa kasus ringan Katarak yang bisa menunda operasi bahkan bisa tidak melakukan tindakan sama sekali. Namun semuanya tergantung pada hasil Pemeriksaan.
- Keharusan operasi hanya akan dilakukan jika dokter mata sudah menyarankan tindakan akibat terganggunya aktivitas pasien tersebut karena tidak bisa melihat dengan jelas.
- Terdapat pemeriksaan preoperatif dalam bentuk tes darah dan EKG, namun tidak perlu rutin karena akan menyesuaikan dengan kondisi pasien.
Selain soal pemeriksaan sobat KMU juga sangat perlu tahu tentang fakta operasi Katarak, utamanya pada lansia sehingga operasi Katarak tidak lagi jadi hal menakutkan. Beberapa fakta operasi Katarak adalah:
- Operasi Katarak lensa premium aman dan cepat, hanya perlu waktu sekitar 15 hingga 30 menit.
- Tingkat keberhasilannya cukup tinggi dan minim resiko.
- Saat ini operasi Katarak sudah menggunakan teknologi Fakoemulsifikasi yang minim jahitan dan pemulihannya cepat.
- Lensa yang digunakan adalah lensa tanam buatan yang sering dikenal dengan IOL.
- Jika Katarak terjadi pada kedua mata, maka umumnya akan dilakukan operasi bertahap pada salah satu mata terlebih dulu sampai sembuh, baru kemudian satu yang lainnya akan dioperasi.
Baca juga: Seperti Mimpi! Penglihatan Pak Nugroho Kembali Setelah Operasi Katarak di KMU Sidoarjo
Teknologi Modern Membuat Operasi Tanpa Rasa Sakit
Tak dapat dipungkiri bahwa kecanggihan teknologi utamanya pada bidang medis saat ini sangat perlu diapresiasi. Pasalnya teknologi Phacoemulsification sudah menjadi salah satu teknologi canggih yang dipakai untuk melakukan operasi mata Katarak.
Teknologi ini menggunakan metode laser yang sangat minim sayatan, sehingga secara otomatis juga sangat minim jahitan. Dengan keunggulan inilah rasa sakit selama operasi Katarak bisa sangat diminimalisir, bahkan ada pula yang tidak merasakan sakit sama sekali.
Namun perlu diperhatikan bahwa metode operasi ini berbeda dengan Lasik karena sebab dari kerusakan lensanya berbeda.
Lasik umumnya digunakan untuk mengganti lensa yang lama dengan lensa yang baru pada mata yang terkena Miopi atau gangguan Refraksi lainnya.
Hal inilah yang sangat penting untuk disampaikan pada sebagian besar lansia yang masih takut periksa dan melakukan tindakan operasi Katarak, seperti salah satu sobat KMU yang bernama Ibu Tuminah.
Baca juga:Â
Mata Minus
Mata Panda
Ibu Tuminah yang menderita Katarak ini juga awalnya merasa takut periksa karena takut diharuskan operasi. Apalagi beliau ini sama sekali tidak pernah suntik sebelumnya sehingga mendengar kata operasi Katarak sudah menjadi hal yang menakutkan.

Namun salah satu testimoni menyatakan bahwa operasi Katarak sama sekali tidak sakit dan hanya terasa dingin. Hal tersebut akhirnya mampu meyakinkan Ibu Tuminah untuk periksa sekaligus melakukan tindakan operasi Katarak.
Tak ayal, saat ini Ibu Tuminah sudah tidak takut periksa dan mau melakukan dioperasi sehingga kini bisa melihat lagi dengan jelas dan pemulihan pasca operasi juga cukup cepat.
Baca juga:Â
Mata Merah
Terapi Mata Minus Anak
Rutin Periksa Mata Bisa Cegah Gangguan Penglihatan Lebih Parah
Orang yang jarang bahkan tidak pernah periksa mata tentu akan berbeda dengan orang yang rutin periksa mata. Faktanya saat seseorang rutin periksa mata, ia akan lebih minim terkena resiko gangguan penglihatan yang parah.
Hal tersebut karena setiap terjadi gejala dan pasien konsultasi dokter mata, dokter akan secara langsung melakukan tindakan medis sejak dini pada pasien sehingga penyakit mata bisa lekas membaik.
Baca juga: Apakah Bunga Katarak (Kitolod) Efektif Mengobati Katarak?
Jangan Tunggu Parah, Periksa Mata Sekarang Juga
Masih banyak sekali orang yang hanya periksa mata saat sudah muncul gejala yang parah. Tentu hal ini akan memberatkan penanganan terhadap gangguan mata.
Utamanya penyakit Katarak yang terjadi pada kebanyakan lansia harus segera diperiksa sebelum tingkat keparahan meningkat dan kesembuhan juga jadi lebih lama.
Padahal Katarak yang benar-benar masih di tahap awal bisa dilakukan tindakan ringan untuk menekan pertumbuhan resiko kebutaan dan bisa menunda tindakan operasi.
Jadi sobat KMU tidak perlu menunggu kondisi parah dulu, pastikan untuk rutin periksa mata sejak dini mulai dari sekarang. Jaga sehatmu, jaga matamu.











