Konjungtivitis Bakteri: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh

Terakhir diperbaharui pada

28 September 2026

Bagikan

Konjungtivitis Bakteri: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya

Mengalami mata merah yang tidak kunjung membaik sering kali menyebabkan kepanikan. Mata merah terjadi karena banyak faktor, seperti iritasi debu, alergi hingga infeksi bakteri. Konjungtivitis bakteri salah satu penyebab mata merah yang tak kunjung sembuh. 

Konjungtivitis bakteri adalah peradangan pada selaput bening pelindung bola mata (konjungtiva) yang dipicu oleh infeksi bakteri seperti Staphylococcus aureus atau Streptococcus pneumoniae. Ciri khusus dari kondisi ini yaitu mata merah pekat, rasa mengganjal, dan produksi kotoran mata yang kental berwarna kuning atau kehijauan yang sering kali membuat kelopak mata lengket saat bangun tidur.

Lalu, bagaimana cara untuk mengatasi konjungtivitis bakteri ini? Untuk informasi selengkapnya mengenai penyebab, gejala dan cara mengatasinya, mari simak penjelasan berikut ini! 

Apa Itu Konjungtivitis Bakteri?

Apa Itu Konjungtivitis Bakteri?

Konjungtivitis bakteri adalah bentuk peradangan pada mata yang menyerang konjungtiva, yakni selaput lendir transparan yang membentang melapisi permukaan bagian dalam kelopak mata dan menutupi area putih bola mata (sklera). Ketika terjadi infeksi bakteri, pembuluh darah kecil di dalam selaput konjungtiva ini akan melebar sebagai bentuk respons imun, sehingga membuat mata terlihat sangat merah (hiperemia).

Konjungtivitis bakteri ini bisa menular melalui kontak fisik langsung maupun tidak langsung dengan cairan atau kotoran mata penderita. Sehingga penderita konjungtivitis bakteri umumnya memerlukan terapi antibiotik topikal (tetes/salep mata) untuk mempercepat penyembuhan. 

Penting untuk selalu menjaga kebersihan tangan dan area mata setelah beraktivitas diluar ruang demi mencegah terjadinya konjungtivitis karena infeksi bakteri.

Baca juga:
– Bebas Kacamata! 2 Jenis Lensa Premium untuk Katarak Terbaik
– Penyebab Kedutan Mata Kiri Bawah Menurut Medis & Mitosnya!
– Mata Berbayang Saat Melihat: Apa Penyebabnya?

Apa Penyebab Konjungtivitis Bakteri?

Penyebab utama konjungtivitis bakteri adalah karena infeksi bakteri yang masuk kedalam mata akibat kurangnya menjaga kebersihan lingkungan maupun anggota tubuh, seperti tangan atau mata. Seringkali orang lupa setelah beraktivitas diluar ruangan mereka langsung mengucek mata tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, kondisi inilah yang menjadi dasar terjadinya konjungtivitis bakteri. 

Terdapat empat jenis patogen bakteri utama yang paling sering menjadi biang keladi di balik kondisi konjungtivitis ini pada orang dewasa dan anak-anak:

  1. Staphylococcus aureus: Bakteri flora normal pada kulit manusia, namun bisa menjadi patogen ganas jika masuk ke jaringan mukosa mata.
  2. Streptococcus pneumoniae: Bakteri yang juga sering memicu infeksi saluran pernapasan.
  3. Haemophilus influenzae: Sangat umum terjadi pada anak-anak kecil, seringkali disertai dengan keluhan infeksi telinga (otitis media).
  4. Moraxella catarrhalis: Bakteri penyebab infeksi selaput mata yang kerap terjadi pada lansia atau pasien dengan daya tahan tubuh menurun.

Selain bakteri-bakteri di atas, konjungtivitis pada bayi yang baru lahir (neonatal conjunctivitis) memerlukan pengawasan ekstra karena biasanya ditularkan dari jalan lahir ibu, dengan bakteri patogen spesifik seperti Chlamydia trachomatis atau Neisseria gonorrhoeae. 

Apa Saja Gejala Konjungtivitis Bakteri?

Apa Saja Gejala Konjungtivitis Bakteri?

Gejala dari konjungtivitis yang terjadi karena infeksi bakteri ini bukan hanya mata merah saja, melain memiliki beberapa gejala khusus. Berikut ini 5 gejala konjungtivitis bakteri, antara lain: 

  1. Kotoran Mata Kental
    Ini adalah gejala khas dari infeksi bakteri. Mata memproduksi lendir tebal atau nanah berwarna kuning, putih, atau kehijauan secara terus-menerus.
  2. Kelopak Mata Menempel
    Akibat kotoran mata yang masif di malam hari, penderita sering kali mendapati bulu mata dan kelopak mata mereka saling menempel dan sangat sulit dibuka saat bangun tidur.
  3. Sensasi Benda Asing
    Terasa seperti ada pasir, debu, atau kerikil yang tersangkut di dalam kelopak mata bawah.
  4. Mata Merah Pekat
    Sklera (bagian putih mata) berubah warna menjadi merah bata muda hingga merah tua akibat peradangan pembuluh darah.
  5. Pembengkakan Ringan (Edema)
    Kelopak mata mungkin sedikit membengkak, namun biasanya tidak sampai mengganggu lapang pandang secara signifikan.

Baca juga:
–
LASIK
– Katarak
– Operasi Katarak

Penularan Konjungtivitis

Perlu digaris bawahi bahwa konjungtivitis bakteri adalah penyakit yang sangat menular (highly contagious). Supaya dapat mencegah dan terhindar dari penyakit konjungtivitis yang menular, Anda perlu tahu beberapa jenis penularan dari penyakit konjungtivitis bakteri, meliputi: 

  • Kontak Langsung: menyentuh atau mengucek mata yang terinfeksi, lalu menyentuh mata orang lain tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
  • Melalui Benda Perantara (Fomites): berbagi penggunaan barang-barang pribadi yang bersentuhan langsung dengan area mata. Contohnya adalah berbagi handuk, sarung bantal, kuas makeup mata, hingga penggunaan obat tetes mata yang sama.
  • Kurangnya Kebersihan Lensa Kontak: penggunaan lensa kontak yang tidak dibilas dengan larutan steril, atau kebiasaan buruk menggunakan lensa kontak saat tidur, menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri untuk berkoloni.

Baca juga:
– Operasi Katarak Gratis 2026
– Biaya Pemeriksaan Mata 2026
– Biaya Operasi Katarak 2026

Cara Mengatasi Konjungtivitis Bakteri

Cara Mengatasi Konjungtivitis Bakteri

Menurut dokter mata konjungtivitis yang tidak kunjung sembuh ini perlu penanganan medis lebih lanjut. Intervensi medis sangat disarankan untuk mempercepat durasi kesembuhan menjadi hanya 2-3 hari dan memutus rantai penularan di lingkungan. Berikut adalah tata laksana penanganan yang direkomendasikan:

1. Penggunaan Obat

Dokter mata akan meresepkan beberapa jenis obat, seperti obat tetes, salep mata atau obat oral yang untuk diminum. Golongan obat yang umum digunakan meliputi Fluorokuinolon, Aminoglikosida, atau Makrolida. Pastikan Anda konsumsi obat sesuai dosis yang diresepkan dokter mata. 

2. Menjaga Kebersihan Mata

Selama masa penyembuhan, Anda harus membersihkan kotoran mata secara berkala. Gunakan kapas steril yang dicelupkan ke dalam air matang hangat. Usap secara perlahan dari bagian dalam mata (dekat hidung) ke arah luar. Ingat, gunakan kapas yang berbeda untuk masing-masing mata agar infeksi tidak saling menyilang.

3. Tindakan Pencegahan Ekstra

Supaya konjungtivitis bakteri ini tidak datang kembali berikut ini beberapa pencegahan yang bisa dilakukan, meliputi:

  • Hentikan sementara penggunaan lensa kontak hingga mata benar-benar putih, tenang, dan antibiotik telah selesai digunakan.
  • Buang semua kosmetik mata (seperti maskara atau eyeliner) yang sempat digunakan tepat sebelum infeksi terjadi.
  • Rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik, terutama setelah Anda menyentuh area wajah. 

Untuk memastikan mata dalam kondisi yang sehat dan terbebas dari infeksi bakteri, Anda perlu melakukan pemeriksaan dan konsultasi dokter mata secara rutin minimal 6 bulan atau 1 tahun sekali meskipun kondisi mata dalam keadaan baik karena pemeriksaan mata rutin ini dapat mencegah dan mendeteksi dini apabila mata mengalami penyakit. 

Anda dapat melakukan pemeriksaan mata konsultasi dengan dokter spesialis mata di RS & Klinik Mata KMU terdekat dari tempat tinggal Anda. Jadi, tunggu apalagi? Segera jadwalkan konsultasi dan pemeriksaan dokter mata sekarang juga! 

Atur Jadwal Konsultasi dan Bebaskan Keluhan Mata

Saksikan video tentang kesehatan mata lainnya di bawah ini!

Lokasi kami

Klinik Mata KMU Madura
Ruko Khayangan, Jl. Halim Perdana Kusuma, Manggisan, Burneh, Kec. Bangkalan, Madura, Jawa Timur 69121
Klinik Mata KMU Trenggalek
Jl. Pahlawan Raya, Sukobanteng, Karangsoko, Trenggalek, Jawa Timur 66318
Ruang Edukasi
Jl. Perum Pondok Mutiara No. L 12, Banjarbendo, Sidoarjo, Jawa Timur 61213, Indonesia
Patient-Counseling
Ruko Permata, Kav. 34, 35, 37, Sidokumpul, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62212, Indonesia
Klinik Mata KMU Gresik
Jl. Sumatra No.27F, Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61121, Indonesia
RS Mata KMU
Jl. Raya No.181, Wahyu, Plosowahyu, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62218