Sobat KMU pasti pernah menemui orang yang tidur dengan mata terbuka bukan? Nah sebenarnya apa yang menyebabkan seseorang bisa tertidur dengan kondisi tersebut? Ternyata ada penyebab ilmiah yang membuat orang tersebut bisa tertidur dalam kondisi mata terbuka.
Daftar Isi
Penyebab Orang Tidur Dengan Mata Terbuka
Tidak semua orang bisa tertidur dengan mata yang 100% tertutup. Ada beberapa orang yang memang terbiasa tidur dengan mata sedikit terbuka atau bahkan terbuka sedikit lebar.
Biasanya orang yang punya kebiasaan tidur dengan mata terbuka saat terbangun akan merasa di matanya ada ampelas atau terasa perih. Memang kondisi tidur seperti tidak baik untuk kesehatan mata jika diteruskan tanpa penanganan. Namun dampak bahayanya tidak sampai menghilangkan penglihatan sebagaimana penyakit mata berat seperti Glaukoma atau Katarak.
Baca juga:ย
Operasi Katarakย
Operasi Katarak Gratis
Dalam dunia medis, tidur dengan mata terbuka biasa dikenal dengan istilah Lagoftalmus Noktural. Umumnya kelainan ini muncul karena adanya masalah pada saraf atau otot pada wajah.
Otot yang dimaksud di sini adalah Orbicularis Oculi. Otot ini punya fungsi untuk menutup kelopak mata saat tertidur. Namun saat otot ini mengalami permasalahan atau kelainan, maka tidak bisa bekerja secara optimal atau normal sehingga saat tidur pun kelopak mata tidak bisa menutup secara sempurna.
Biasanya yang membuat otot Orbicularis Oculi bermasalah adalah beberapa permasalahan kesehatan tubuh seperti stroke, cedera hingga tumor.
Kelainan pada saraf atau otot ini bulan satu-satunya penyebab tidur dengan mata terbuka. Adanya perbedaan pada anatomi kelopak mata pun bisa jadi penyebabnya. Ada beberapa orang yang mungkin memiliki kelopak mata lebih pendek karena faktor genetik, sehingga saat tertidur pun kelopak tidak bisa menutup sempurna.
Apakah Tidur Dengan Mata Terbuka Berbahaya?
Tidur dengan mata terbuka sebenarnya bukanlah hal yang sangat berbahaya seperti halnya gangguan mata lainnya. Namun ada beberapa kondisi yang memang membuat penderitanya akan mengalami ketidaknyamanan pada matanya jika kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan yang tepat.
Meskipun sepele kelainan ini setidaknya harus mendapatkan penanganan yang tepat. Adapun bahaya yang bisa dirasakan ketika kelainan tidur dengan mata terbuka ini adalah seperti berikut:
Mata Menjadi Kering
Saat tidur, pada normalnya mata mengalami masa beristirahat. Namun jika terjadi kondisi mata terbuka saat tidur, tentu mata tidak bisa beristirahat secara normal. Hal ini membuat kondisi mata menjadi kering bahkan iritasi karena kurangnya pelumasan pada mata yang tidur tanpa berkedip dalam waktu yang lama.
Baca juga:ย
Mata Panda
Katarakย
Katarak Lensa Premiumย
Mata Iritasi
Selain mengalami mata kering, seseorang yang tertidur dengan mata terbuka biasanya akan mengalami iritasi. Gejalanya bisa berupa mata merah dan sensitif terhadap cahaya.

Gangguan Penglihatan Ringan
Siapa sangka ternyata tidur dengan mata terbuka bisa menyebabkan gangguan pada penglihatan. Bisa jadi gangguan penglihatan ini mirip seperti Miopi gejalanya, yaitu penglihatan kabur.
Meskipun efeknya tidak sampai menyebabkan kebutaan namun jika sobat KMU sudah mengalami gejala ini segeralah konsultasi dokter mata untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Baca juga:ย
Mata Minus
Terapi Mata Minus Anak
Kornea Bisa Terluka
Kondisi Kornea mata yang bisa terluka ini berawal dari kondisi mata yang kering akibat terbuka dalam waktu lama selama tidur tanpa pelumasan atau kedipan. Saat kelopak mata terbuka sangat memungkinkan terjadi goresan atau luka pada Kornea bagian depan.
Cara Mengatasi Tidur Dengan Mata Terbuka
Kita memang tidak bisa mengontrol apakah mata tertutup sempurna atau terbuka ketika kita tidur. Namun jika mengalami kondisi mata terbuka saat tidur, hal ini masih sangat mungkin untuk ditangani dengan pengobatan yang tepat.
Penanganan pada mata yang tidur dengan mata terbuka umumnya tidak rumit dan tidak memerlukan tindakan besar seperti operasi atau Lasik. Biasanya obat dan penangannya cukup ringan.
Dalam beberapa kasus, dokter mata mungkin akan memberikan beberapa jenis penanganan seperti:
- Pemberian obat tetes mata atau salep khusus untuk membuat mata tetap lembab.
- Penutup mata atau plaster yang dibuat secara khusus untuk menutup mata selama tertidur.
- Dokter mungkin juga bisa menyarankan untuk melakukan terapi fisik khusus untuk wajah agar otot-otot dan saraf wajah bisa bekerja lebih optimal dan meningkatkan fungsi kelopak mata itu sendiri.
- Perawatan medis khusus juga bisa menjadi alternatif jika memang kondisi mata terbuka saat tidur sudah sangat dinilai tidak normal.
Kondisi mata terbuka saat tidur memang bisa dibilang tidak normal kendati tidak menyebabkan efek yang sangat berbahaya. Meski begitu sobat KMU tetap harus berkonsultasi ke dokter mata terkait kondisi tersebut agar bisa menjaga kondisi kelopak mata dengan baik. Pastikan untuk tetap rutin periksa mata ke RS dan Klinik Mata KMU agar bisa memantau kesehatan mata secara konsisten.
Simak juga ulasan video lainnya tentang kesehatan mata pada channel KMU seperti video berikut:










